Artikel ini dibuat berdasarkan video review dari channel YouTube Plat AE Channel, yang membahas pengalaman menggunakan Wuling Air EV setelah hampir dua tahun atau sekitar 27.000 km pemakaian.
Kesimpulan Singkat:
Setelah dua tahun pemakaian, Wuling Air EV terbukti sangat irit dan praktis untuk penggunaan harian, terutama di dalam kota. Namun, ada beberapa catatan penting — terutama soal tenaga di tanjakan dan nilai jual kembali yang perlu diperhatikan sebelum membeli.
Pengalaman Pemakaian Sehari-hari
Menurut Plat AE Channel, selama dua tahun mobil ini sudah dipakai lebih dari 27.000 km untuk aktivitas harian, termasuk antar-jemput dan perjalanan dalam kota.
Secara umum, pengalaman berkendara terasa menyenangkan — kabin senyap, akselerasi awal halus, dan biaya perawatan nyaris nol.
Beberapa pengguna lain di kolom komentar juga menegaskan hal serupa:
“Beli mobil listrik jangan kepikiran dijual kembali. Cocok buat harian dan usaha.”
“Tarikannya spontan tapi irit banget.”
Artinya, untuk mobil kedua atau kendaraan aktivitas ringan, Air EV ini cocok banget.
Kenyamanan dan Fitur
Meski ukurannya kecil, kenyamanan kabin cukup baik untuk dua sampai empat orang. Fitur seperti AC digital, layar infotainment besar, dan mode berkendara eco membuat pengalaman harian terasa modern.
Banyak pengguna merasa mobil ini pas buat aktivitas di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya yang macetnya padat.
Salah satu komentar menarik datang dari pengguna yang bilang:
“Dipakai istri, irit banget dan nyaman. Cuma kalau agak cepat, ya mobil ini bukan buat ngebut.”
Kesimpulannya, fitur cukup lengkap untuk mobil listrik kecil di kelasnya, tapi jangan berharap performa tinggi.
Konsumsi Daya dan Biaya Operasional
Ini bagian paling menonjol dari Air EV: iritnya luar biasa.
Untuk pemakaian harian, biaya charging rata-rata hanya sekitar Rp20.000–25.000 per 100 km, jauh lebih murah dibandingkan bensin.
Salah satu komentar menulis:
“Bismillah memberanikan diri beli mobil air ev, semoga berkah barokah. Nyobain beneran enak, kirain gak kuat ditanjakan tapi ternyata masih oke.”
Jadi, dalam hal efisiensi dan kenyamanan, mobil ini bisa diandalkan untuk pemakaian dalam kota.
Kekurangan dan Catatan Pengguna
Meski positif, ada beberapa kekurangan yang sering disebutkan pengguna:
-
Tenaga menurun di tanjakan. Beberapa pengguna mengaku mobil ini agak ngos-ngosan di jalan menanjak.
-
Nilai jual kembali turun drastis. Ada yang menemukan harga bekasnya turun separuh dari harga baru.
“Baru beli 300 juta, bekasnya 150 juta. Kalau dijual rugi banyak.”
-
Kapasitas baterai menurun seiring pemakaian panjang.
“Wajar harga turun karena baterai sudah long range pemakaian, kapasitas entah sisa berapa persen.”
Jadi, kalau kamu termasuk orang yang sering lewat tanjakan atau mikirin nilai jual, ini perlu jadi bahan pertimbangan.
Kesimpulan: Layak Dibeli Nggak?
Kalau kamu mencari mobil listrik irit, minim perawatan, dan nyaman untuk aktivitas dalam kota, Wuling Air EV masih sangat worth it.
Namun, jika kamu butuh mobil bertenaga besar atau sering berkendara jauh, kamu mungkin perlu lihat opsi lain seperti MG 4 EV atau Hyundai Ioniq 5.
Secara keseluruhan, Air EV adalah pilihan cerdas untuk mobil listrik pertama, apalagi buat keluarga muda atau pengguna perkotaan yang ingin hemat biaya dan bebas ribet servis.
Intinya:
“Untuk harian, irit banget. Tapi jangan berharap performa tanjakannya seperti mobil bensin.”